pindah rumah
January 18th, 2008 by caladdberhubung friendster agak susah diakses dari kantor (jadi ketauan kan saya ngapain di kantor, hehe) maka saya pindah alamat ngeblog ke www.laladidi.blogspot.com. berkunjung dan bermain kesana ya…, ditunggu
berhubung friendster agak susah diakses dari kantor (jadi ketauan kan saya ngapain di kantor, hehe) maka saya pindah alamat ngeblog ke www.laladidi.blogspot.com. berkunjung dan bermain kesana ya…, ditunggu
aduh..name tag gue ketinggalan nih…
telp: 0812xxxxxxx, masih di sana nggak…?? bawain name tag gue dong ketinggalan (tut-tiba-tiba telpon tertutup nggak ada sinyal)
5 menit kemudian…
ponsel saya berbunyi: ya, ada apa?
0855xxxxxxx: name tag elu kan tadi elu cantolin di pinggang…
saya: gubrak…
ampun, udah lama banget ya saya nggak update ini blog, padahal rasanya udah banyak banget yang pengen diceritain, dari twinnies yang udah masuk sekolah, perjalanan gila ke negara "penghasil barang di ITC", pendidikan klasikal saya, pemilihan JKT 1 dan masih banyak lagi….
karena satu dan lain hal,
Ups..judul ini bukan berarti saya adalah salah seorang “relawan oranye” ya…, hahaha, siapapun warga Jakarta atau yang datang ke Jakarta hari-hari ini pasti ngeh dengan puluhan bahkan ribuan spanduk menyongsong pemilihan Jakarta 1
Kebetulan saya tidak termasuk orang yang akan memilih karena tinggal di daerah pinggiran, hanya seandainya saya boleh memilih, saya jadi kurang sepakat dengan pemilihan langsung ini, memang sih ini bagian dari proses demokrasi, tapi sepertinya banyak sekali uang yang digunakan untuk cetak spanduk, buat poster, bikin kaos, iklan di TV yang dananya bisa mencapai triliunan rupiah, membayar biro iklan, belum lagi mensponsori mereka untuk mendemo, sikh bikin macet
Terus rakyat merasakan apa…? Kaos yang harganya mungkin hanya 50 ribu atau kurang, sebagai orang yang mendukung konsep soft selling, saya membayangkan , ah seandainya uang cetak poster/cetak spanduk itu digunakan untuk membangun infrastrukur seperti sekolah, pembersihan sampah tentunya akan berarti, karena rakyat pasti akan lebih “mencintai”pemimpin yang peduli pada rakyatnya. Tidak hanya itu kalah/menang ada yang ditinggalkan untuk warga Jakarta ini dibanding hanya mendapatkan kaos..
Sayangnya bangsa ini masih mencintai ornamen-ornamen kemeriahannya daripada esensinya itu sendiri, selamat memilih warga Jakarta….(mudah-mudahan tidak ada banjir lagi di Jakarta-hahahaha)
Saya belajar
Apa yang saya anggap terbaik, bukan tentu yang terbaik dariNya.
Dan sebaliknya, yang terbaik dari-Nya belum tentu kita senangi.
Teruslah bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat dan karunia-Nya.
Manusia hanya dapat terus berdoa dan berusaha untuk mendapat yang terbaik dari-Nya
Saya belajar
Seberat apa pun cobaan yang diberikan olehNya, pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan berguna.
Syukurilah seluruh anugerahNya dengan hati ikhlas dan tulus.
Everything happens, happens for a reasons.
Saya belajar
Bahwa kedewasaan itu lebih berkaitan dengan berapa banyak pengalaman yang kita miliki dan apa yang kita pelajari dari pengalaman tersebut,
dan kurang berkaitan dengan telah berapa tahun usia kita.
Saya belajar
Walaupun kita berpikir tidak ada lagi yang dapat kita berikan dan
lakukan, ketika seorang teman kesusahan dan membutuhkan kita, kita akan
selalu menemukan kekuatan dan jalan untuk terus menolong.
Saya belajar
Jangan membandingkan diri sendiri dan kesusahan kita dengan orang lain.
Saya belajar
Bahwa latar belakang & lingkungan mempengaruhi pribadi saya, tapi kita tetap bertanggung jawab & menentukan masa depan kita sendiri.
Saya belajar
Bahwa saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita.
Saya belajar
Bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya dapat berlaku sesuka hati saya tanpa memikirkan orang lain.
Saya belajar
Bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap
dan emosi itu yang menguasai diri saya…
Saya belajar
Bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya….
Saya belajar
Jangan menilai orang dari penampilannya saja, itu bisa menipu.
Bicara dan kenalilah orang tersebut lebih mendalam.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kebaikannya masing-masing,
meskipun tidak ada orang yang sempurna di dunia.
Saya belajar
Di saat susah lebih terlihat mana teman sejati dan bukan.
Saya belajar
Bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda yang sama, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda….
Saya belajar
Bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua Itu tergantung dari diri mereka sendiri….
Saya belajar
Bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa saat saja untuk menghancurkannya…
Saya belajar
Bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah
berhenti hanya gara-gara kesedihan saya…
Saya belajar
Hanya karena 2 orang berbeda pendapat dan tidak terlihat mesra, bukan berarti mereka tidak saling menyayangi, mencintai & setia.
Dan hanya karena mereka selalu sependapat dan terlihat mesra, bukan berarti mereka selalu saling menyayangi, Mencintai & saling setia.
Saya belajar
Bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati…
Saya belajar
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyayangi saya….
Saya belajar
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain menyayangi saya.
Saya hanya dapat menunjukkan & melakukan sesuatu untuk orang yang saya sayangi… selanjutnya terserah mereka.
Saya belajar
Bahwa dengan belajar, maka hidup akan terus berjalan dan berkembang
Special Thanks to All the People who Makes Me Never Stop Learning, I Luv You All
membicarakan dilema mengenai ibu bekerja, pasti tidak akan ada habisnya, penuh pro dan kontra, saya sendiri memilih menjadi ibu rumah tangga yang bekerja karena alasan aktualisasi diri, networking dan juga tuntutan ekonomi keluarga, jujur saja..untuk keluarga saya saat ini sulit mengandalkan hanya dari satu kantong
agak miris kalo membaca beberapa komentar yang kemudian membuat salah satu pihak terpojok, saat ini saya memang bekerja dan melakukan beberapa kompromi, saya bekerja di organisasi yang tidak terlalu menyita waktu, tapi masih bisa memenuhi kebutuhan aktualisasi dan networking saya, tentunya dengan beberapa target yang saya buat sendiri terhadap diri saya (mudah-mudahan sih, amin!)
dalam perjalanan ke kantor, saya berdiskusi dengan suami saya, kebetulan teman kantor suami saya is newly marriage, dia bilang bahwa temen kantornya mulai merasa kalo pasangan-nya yang murni wanita tidak bekerja (tidak punya side job juga) sudah mulai terasa agak sedikit "tidak enak" dalam kehidupan rumah tangganya. Bagaimana tidak (saya mencoba membayangkan) wanita bekerja pasti punya stipend money sendiri yang bisa kita gunakan untuk ke salon, belanja, dan kegiatan hura-hura lainnya tanpa harus menunggu kucuran suami. Syukur kalau suaminya sangat the have, tapi kalo suaminya juga starter kan jadi agak ribet banget deh…
satu sisi, tadi malam dd sangat rewel sekali…, menangis minta minum obat, saya mencoba menenangkan dan mengatakan bahwa obatnya habis dan belum dibeli, at the end, dengan tangis yang mereda, dd memeluk saya (dan saya pun membelainya), dia berkata: mimi, kenapa mimi halus kelja terus, cali uang kan…?? uang mimi nggak abis-abis ya (mungkin maksud dia: apa uangnya habis terus sehingga harus bekerja…?) mimi, jangan kja telus mimi………….
dan saya pun hanya terhenyak, can u imagine, those words just broad up by my 3 years (not even) old little girl, tanpa saya diberi kesempatan untuk memberikan jawaban
Diandra,once you read this, kamu akan mengetahui bahwa hidup itu adalah pilihan, dan tergantung bagaimana kamu menyikapinya (harry potter)
ketika saya menuliskan blog ini, pikiran saya berputar pada 10 tahun yang lalu, sebelumnya alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk menginjak umur 30 tahun (30 tahun yeuh…), saya jadi berpikir what did i do on the last ten years ya…, ketika saya masih berumur 20 tahun..??
artinya itu terjadi pada tahun 1997…, ehm kalau nggak salah ketika itu pacar saya adalah… (whahahahahaha, rahasia ah..), yang jelas saya masih di kuliah di Jatinangor, lagi lucu-lucunya deh.., oh iya saya KKU (Kuliah Kerja Usaha) (halooo… teman-teman KKU ku…, apa kabar dunia………….), terus saya juga masih kerja lucu-lucuan tebar pesona di C59 (hahahaha, asyiknya dunia…)
and now on the next ten years after 1997, saya sudah berumur 30 tahun sekarang, sudah bekerja, sudah menikah dan sudah memiliki anak kembar yang pada hari ulang tahun saya pun berteriak: SELAMAT ULANG TAHUN, MIMI……….! dan kemudian meminta kue ulang tahun untuk tiup lilin (hi…, artinya siapa yang meniup lilin ya..)
banyak yang sudah alami dan banyak juga perubahan yang terjadi dalam hidup saya, yang jelas 10 tahun yang lalu, papa masih memberikan ucapan selamat ulang tahun pada saya, hehehe, (i miss u, pap), tapi sekarang saya sudah punya bapak-ibu mertua yang memberikan ucapan selamat dong…
tentunya masih banyak asa dan cita yang saya ingin tempuh dalam kehidupan saya selanjutnya, di usia 30 tahun… (ah, 30 tahun); betapa dulu saya melihat usia 30 tahun itu begitu jauh dari genggaman, begitu dewasanya, and now i am here, ready to ride the vehicle…
ngomong-ngomong mengenai perayaan ulang tahun, of course theres nothing special, kecuali 2 princess saya yang sibuk menyanyikan lagu dan minta tiup lilin, hahaha… tapi tahun ini saya juga mendapatkan yang special deh… since it’s also celebrated at the office (gak mau cerita ah, mau poto-potonya aja nanti yang saya tayangkan). Suami saya bilang bahwa saya mungkin memang tidak bekerja di tempat yang bisa memberikan saya billion or zillion of rupiah, but there’s small thing that proven you can show your existence (ah Pop…, I do happy for these intangible thing but it can’t change my feeling to go-hahahaha)
Anyway, welcome to the life or thirty (hihii, saya masih geli membayangkan saya sudah berusia 30 tahun). Terima kasih Tuhan telah memberikan nikmat yang begitu berlimpah kepada saya sampai dengan berusia 30 tahun, dan still years to go…semoga Tuhan selalu melindungi saya dan keluarga saya, Amin Ya Robbal Alamiin…
pstttt…dalam rangka umur 30 tahun nih, saya potong rambut ah.., biar terlihat masih 25 tahun lah (naon…nya teu nyambung pisan lah)
edan…semakin lama disini gue semakin mati gaya..finally i found my self is not a typical person who have of long life time job…
can you imagine..? dedicate my life for 4 years already killing me, what can i expect if i will stay here for another 20-25 years (like the rest of people do…) oh No………….
at this time, i believe I have to make changes in my life, whatever people would saying, i will open my door of opportunities, huuuuuu…(sebenernya udah open lama ye..cuman belum ada yang cuocok)
but today I had a lovely meeting, it was small meeting that recharging my brain and my spirit, my work has been inspired by the person whom i know is really smart… kalau gak ada meeting sore ini yang penuh keakraban, canda dan tawa, waduh…gue udah gak tau lagi deh apa yang akan terjadi…(MATI GAYA)
One thing that I remember: in the knowledge era you should have physic (something tangible: career, money, etc), mind (brain), heart (u love your job, u do it with fun) and spirit (you have to make masterpiece that people will remember you as the one who creates this), otherwise you’ve gotta left behind…
Finally my day is little bit sunny… *hahaha*
uhuy…, lucu ya serumah-rumah yeuh terkena virus flu dan batuk, walah sakit yang membuat badan bisa lemah, letih, lesu…dan mengganggu sekali
awalnya dd yang sakit anget selama dua hari (waduh, tanggal merah pula), takut euy hari gini badan anget mah…, ternyata pas dibawa ke dr hanya radang tenggorokan (alhamdulillah, bukan sakit yang ditakutkan)
sehari-dua hari dengan obat sang dokter yang mak-nyus, dd sembuh, tepat seminggu kemudian badanku dan popop mulai terasa tidak enak, sehingga kami berdua sibuk mensupply tubuh dengan vitamin dan minuman-minuman hangat, eh lala sakit juga…, (untungnya udah dialert dr agar lala menggunakan obat dd)
gejala saya hanya sampai badan tidak enak, popop juga, aduh asal nggak meler mah nggak papa ya…tapi ternyata…entah bagaimana pada hari rabu malam, batuk-batuk pun menyerang dan terjadilah kebatukanku pada hari kamis (hehehe, mungkin karena pulang bolak balik puncak-jakarta ye…). Sedangkan sang popop demam pada hari Jum’at (secara dia baru pulang dari luar kota hari kamis)
dan pada hari sabtu pagi wah…pilek pun menghampiri tubuhku (pilek yang disertai meler dan tubuh lemas-letih-lesu itu bow) lengkap deh penderitaan semua sakit, hiks-hiks-hiks….
nggak enaknya lagi badan kayak gini mah dengan adanya anak-anak, bukan apa-apa badan lagi teler, tapi anak-anak kan kalo ibunya dirumah pengen deket ibunya terus, takutnya malah jadi terkena virus deh….
untungnya walaupun masih ada batuk-batuk, saat ini kondisi tubuhku sudah membaik, hehehehe,
Memiliki anak di usia sekolah adalah susah-susah gampang, kita sebagai orang tua harus bisa menyikapinya dan terpenting adalah menjadi contoh yang baik bagi anak kita, karena what they are is what you show to them, dan saya juga diajarkan bahwa pada usia tersebut konsep berpikir anak masih 2 (dua) dimensi, kalau A maka B…
Ceritanya saya sangat takut kucing, mungkin sahabat-sahabat terdekat saya tahu, bagaimana takutnya saya dengan kucing. Ketika duduk di bangku SMP, saya hampir pingsan karena teman-teman saya (tiba-tiba) menyodorkan kucing ke bahu saya, saya langsung lari keluar kelas, dan pintu kelas dihalangi teman-teman saya, langsung saya dobrak dan saya pun terjerembab jatuh sampai pusing banget….
Waktu kuliah kasus saya ini sampai dijadikan pembahasan mata kuliah psikoanalisis oleh Bang Leo, ah entah mengapa saya memang takut sekali dengan kucing…
Nah, berbanding terbalik dengan anak-anak saya, tentunya semua anak-anak tidak takut kucing, jadi kalo pada hari libur saya bermain-main dengan anak-anak saya, suka ada kucing yang ngikutin…aduh membuat saya senewen deh….
Popop bilang, kamu jangan takut dong nanti anak-anak jadi takut, ok deh…saya berusaha untuk tegar (walaupun…aduh nggak deh…)
Iseng saya tanya Lala: La, lala suka kasih makan kucingnya ya…, dengan polos lala menjawab: Iya, Kasih makan apa La? Lala: wotel…
Kemudian kucing itu tiba-tiba menyelinap diantara kedua kaki saya, kontan saya menjerit dan melompat, aduh La…mimi takut,
Terus Lala bilang: lala tendang aja ya Mi..?dan saya bilang: jangan La, (maksud saya takut kalo Lala malah dicakar)
Lala: oh, lala sayang aja ya Mi… ? saya: aduh, jangan La…(maksud saya takut kucingnya malah tambah betah main di sekitar rumah)
Terus Lala memandang saya: Hahhh, mimi, tendang nggak boleh sayang nggak boleh, jadi Lala harus apa dong Mi….
(Oh… my apology my dear princess, harusnya saya menentukan sikap yang jelas ya La…?) tapi yang jelas mimi takut kucing, sayang….