malang oh malang
minggu lalu, I had the chance to visit Malang, it’s really Malang’s journey, hahaha, though I had fun and interesting trip. Above all, I really enjoy the food, phiewwww… program diet berantakan deh (hahaha), here are the stories of my malang’s session:
1. Hari Kamis pagi berangkat, (dengan malem sebelumnya tidak tidur karena mengerjakan bahan). Flight harusnya jam 08.25 tapi delay aja deh 2 jam, jadi baru berangkat jam 10.45-an, ehmmm bahan speech belum selesai lagi, udah ada telepon 1 (satu) x berdering and i said before lunch would b sent.
2. nyampe jam 12, langsung diajak makan siang dulu (aduh) padahal udah ada 6 miscalls, dan baterai HP drop-habis…, walaupun makanannya enak tetep aja tegang Bo, soalnya speechnya belon selesai, (padahal kan dikirim sore juga gak masalah ye….). Menu siang ini adalah sambal mangga muda yang dimakan dengan kakap goreng tepung, ayam presto yang yummy dan manis banget, sambel krecek, tahu kediri+petis dan es jeruk nipis, segar dan enak, walaupun wajah belum bisa tersenyum…
3. Nyampe di kantor jam 13.15, bagi tugas deh ama Mbak Ins, pokonya aku nggak mau diganggu dengan tetek bengek dan mau nyelesein speech aja dulu, even nggak sowan, whaaa, akhirnya jam 13.30 melabuhkan diri lah di depan komputer, ehmmm, tidak mau diganggu, jam 14.25, wah selesai juga dengan sajak penutup Kahlil Gibran (hahaha, thanks to Jember). Pas mau disend iseng dibuka dulu, nggak mau, makin tegang, file is corrupted, alamak itu udah 8 halaman gituh… (MALANG NIAN NASIB YAA….). Akhirnya dicoba dibuka dengan rich text format, alhamdulillah berhasil dibuka, amin, langsung deh disend ke staf ahli, dengan dua format word dan rich text format, baru nyadar sorenya kalo reference notenya udah ilang (peduli deh). Sampai nggak mau buka imel lagi, takut ama balesannya, pokoknya udah berasa digebukin orang sekampung
4. Acara sore dengan Gde Prama, berjalan lancar, dengan suguhan
menu Bakwan Malang, nggak ke Malang yah kalo nggak makan bakwan Malang, enak-enak-enak…, top abis deh… apalagi siomay keringnya, dan malamnya sebelum masuk hotel, wah diajak makan lagi deh ama TS dan tim, wah kapan kurusnya, tapi NO RICE ya…, sekarang menunya: tempe penyet, sop buntut, ayam manis itu, ikan bakar, pecel terong, ehm… apalagi ya, yang jelas tempat makannya cozy banget dan antik, dan makanannya uenak…tenan, if u guys come to malang, I’ll suggest you to eat at that place, unfortunately i forgot the name, but it’s only 5 minutes from Tugu Hotel
5. Sebelum makan malam, sebenernya ada tragedi ke-MALANG-an lain, mengenai sched, ah sudahlah namanya juga manusia suka seneng aja menyalahkan orang lain, nggak mau panjang cerita, now lets move to the hotel, we stay at Tugu Hotel, the hotel is really cozy, nice, friendly walaupun agak sedikit mistik, hari pertama nggak berani deh bobo sendiri, alhasil kamar mbak in kembali jadi tempat berlabuh, gimana nggak ditaburin bunga-bunga di seluruh kamar, kamar dipojok twin bed pula terus perjalanan ke kamar gelap dan banyak lukisan antik. Kita baru masuk kamar jam 10 lho… The food was great, hanya hotel ini tidak
cocok ya untuk keluarga, cocoknya kalo kita mau menyendiri dan menyepi..dengan pelayanan yang ramah dan pada tempatnya, highly recommended deh apalagi buat food lover kayak gue, di sore hari ada tea time yang asyik banget, dengan kue-kue tradisional dan resep oma banget, sayang Mbak In’s as my partner kurang hobi makan…Oh ya menu sarapan untuk 2 hari ya: Mie Kocok Malang, dan Nasi Rawon Malang, ohhhhh No Doubt deh…Mie Kocok Malang ini totally berbeda dengan Mie Kocok Bandung, kuahnya agak mengarah ke lomie ya, ada pangsitnya dan makannya pake rawit, telur puyuh, tapi asli sedep banget, endang lah,
6. Hari berikutnya acara di Universitas Brawijaya, ehm..anyone of you have visit UniBraw, I guess Unpad is the worst university I’ve ever known in terms of physical appearance, kampusnya gede banget dan rindang, asyiklah pokonya. Acaranya OK, walaupun ada tragedi keMALANGan lagi, dan gue harus membuat pengakuan dosa atas keterlambatan speech tersebut (jadi mbak in, aku bukannya stress berat, tapi gue mengakui rasa bersalah). Again thanks to Kahlil Gibran ye..
7. Acara berikutnya makan siang dong dengan menu: Nasi Pecel, Lontong Kikil, ehmm I love Malang’s food, dan belanja di Ramayana (hahaha lucu banget, secara di Jakarta nggak pernah masuk Ramayana). Jalan-jalan seputar Malang dan makan mie pangsit (ehmmm uenakkakk). Malamnya ditutup dengan jalan ke Batu.
Kesimpulan: Hotel Tugus is highly recommended, I would suggest my children to choose UniBraw in their SPMB’s test, the food is yummy, but Malang is really Malang for me… (hahaha)