working mom

membicarakan dilema mengenai ibu bekerja, pasti tidak akan ada habisnya, penuh pro dan kontra, saya sendiri memilih menjadi ibu rumah tangga yang bekerja karena alasan aktualisasi diri, networking dan juga tuntutan ekonomi keluarga, jujur saja..untuk keluarga saya saat ini sulit mengandalkan hanya dari satu kantong

agak miris kalo membaca beberapa komentar yang kemudian membuat salah satu pihak terpojok, saat ini saya memang bekerja dan melakukan beberapa kompromi, saya bekerja di organisasi yang tidak terlalu menyita waktu, tapi masih bisa memenuhi kebutuhan aktualisasi dan networking saya, tentunya dengan beberapa target yang saya buat sendiri terhadap diri saya (mudah-mudahan sih, amin!)

dalam perjalanan ke kantor, saya berdiskusi dengan suami saya, kebetulan teman kantor suami saya is newly marriage, dia bilang bahwa temen kantornya mulai merasa kalo pasangan-nya yang murni wanita tidak bekerja (tidak punya side job juga) sudah mulai terasa agak sedikit "tidak enak" dalam kehidupan rumah tangganya. Bagaimana tidak (saya mencoba membayangkan) wanita bekerja pasti punya stipend money sendiri yang bisa kita gunakan untuk ke salon, belanja, dan kegiatan hura-hura lainnya tanpa harus menunggu kucuran suami. Syukur kalau suaminya sangat the have, tapi kalo suaminya juga starter kan jadi agak ribet banget deh…

satu sisi, tadi malam dd sangat rewel sekali…, menangis minta minum obat, saya mencoba menenangkan dan mengatakan bahwa obatnya habis dan belum dibeli, at the end, dengan tangis yang mereda, dd memeluk saya (dan saya pun membelainya), dia berkata: mimi, kenapa mimi halus kelja terus, cali uang kan…?? uang mimi nggak abis-abis ya (mungkin maksud dia: apa uangnya habis terus sehingga harus bekerja…?) mimi, jangan kja telus mimi………….

dan saya pun hanya terhenyak, can u imagine, those words just broad up by my 3 years (not even) old little girl, tanpa saya diberi kesempatan untuk memberikan jawaban

Diandra,once you read this, kamu akan mengetahui bahwa hidup itu adalah pilihan, dan tergantung bagaimana kamu menyikapinya (harry potter)

Leave a Reply